Seminar Menuju Pengelolaan DAS Rejoso terpadu Melalui Kolaborasi Multipihak

Gerakan RejosoKita melibatkan beragam pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan DAS Rejoso yang lestari

Pasuruan, 1 Agustus 2018. Sebagai upaya mewujudkan Pengelolaan DAS Rejoso secara lestari, Gerakan RejosoKita kembali melakukan seminar dengan tema “Menuju pengelolaan DAS Rejoso Terpadu Melalui Kolaborasi Multipihak”. Bekerja sama dengan Universitas Merdeka Pasuruan, seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih akan pentingnya pengelolaan suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu dengan kolaborasi antar pemangku kepentingan baik dari sektor pemerintah, sektor swasta, akademisi, komunitas, media maupun masyarakat khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejoso. Hadir dalam acara tersebut Dr. Ni’matul Khasanah (World Agroforestry Centre), Dr. Gunawan Wibisono (CKNet-INA), Faishal Nizarsyah, ST, MT (Kepala Bidang Perencanaan Bappeko), Rony Winarno (Rektor UNMER), Hari Wicaksono ( CSR Manager PT Tirta Investama Plant Keboncandi), Abdi Purmono (Tempo), M. As’ad (Wartabromo.com)

Pitono Nugroho Direktur Yayasan Social Investment Indonesia mengatakan bahwa DAS Rejoso merupakan DAS penting yang menjadi penunjang kebutuhan air utama di beberapa kota di Jawa Timur dan menjadi Proyek Strategis Nasional dengan adanya SPAM Umbulan yang akan dialirkan ke beberapa kabupaten kota diantaranya Surabaya, Gresik, Sidoarjo serta Pasuruan.

Dr. Gunawan Wibisono dari CKNet- INA, Permasalah yang ada di DAS Rejoso terjadi mulai dari hulu hingga hilir, dibagian hulu perubahan lahan hutan menjadi pertanian terjadi sangat  besar. Di bagian tengah, eksploitasi dan pembukaan lahan untuk pertambangan sangat banyak, selain itu pemanfaatan sumber daya air yang berlebihan dan tidak terkendali menjadi persoalan utama dalam ketersediaan sumber air besih dimasa yang akan datang. Di bagian hilir, pencemaran lingkungan terjadi sangat masif yang menurunkan kualitas lingkungan khusunya sungai Rejoso itu sendiri.

Faishal Nizarsyah, ST, MT BAPPEDA Kota Pasuruan mengatakan  “Pembanguan berkelanjutan harus selalu diterapkan termasuk dalam Pengelolaan DAS Rejoso, Pembangunan semacam ini selain mementingkan generasi saat ini tetapi harus memikirkan generasi yang akan datang, sehingga pengelolaan DAS Rejoso akan berjalan secara efektif, efisen dan tentunya akan lebih lestari Dengan memperhartikan aspek-aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya dalam pembangunan berkelanjutan, pengelolaan DAS Rejoso akan jauh semakin optimal”

Dr. Nimahtul Khasanah menjelaskan bahwa pengelolaan DAS Rejoso harus dilakukan dengan cara yang baik dan partisipatif, sehingga kesadaran dan pemahaman akan pentinganya merawat lingkungan menjadi fokus bersama dalam pengelolaan DAS Rejoso.

Rony Winarno selaku Rektor Universitas Merdeka Pasuruan menyampaikan mendukung Gerakan RejosoKita dalam melakukan pengelolaan DAS Rejoso secara terpadu. Hal ini tidak lepas dari tugas dan fungsi Universitas Merdeka dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi.

Abdi Purmono koresponden Tempo menjelaskan bahwa isu- isu lingkungan kurang menarik dalam bidang jurnalistik karena sepi peminat dan respon seseorang terhadap lingkungan sangat tergantung pengetahuan dan pengalaman seseorang itu sendiri pada terhadap lingkungannya. “Jadi intinya banyak masyarakat itu sendiri yang belum peduli terhadap lingkungan, Tugas media lah yang menjadi ujung tombak dalam menyebarkan pemahaman”.

M. As’ad koresponden dari Wartabromo.com juga menyampaikan media akan selalu berkomitmen untuk membangun dan mengelola lingkungan dengan baik.

 

KONTAK KAMI
FAJAR KURNIAWAN
HP : 0811379393
e-mail : fajarkurniawan.sii@gmail.com

Gerakan Rejoso Kita adalah kerja sama multi-pihak untuk mengembangkan pengelolaan sumber daya air di Rejoso secara terpadu melalui investasi bersama antara pemangku kepentingan dan pengelolaan berbasis kinerja yang akan membawa dampak positif baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan. Diinisiasi oleh Yayasan Social Investment Indonesia (YSII), The World Agroforestry Center (ICRAF), The Nature Conservancy (TNC), dan Collaborative Knowledge Network (CK-Net) Indonesia, aliansi ini mendukung #GerakanRejosoKita, sebagai sebuah gerakan yang dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya air di Rejoso bagi masyarakat di Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya.

Berita Terkait

ITS dan Gerakan #RejosoKita diskusikan Pengelolaan DAS Rejoso untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

Surabaya-28 September 2018. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya sebagai mitra Gerakan #RejosoKita menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD)  yang bertajuk “Menuju pengelolaanRead More

FGD "Pembentukan Struktur Forum Peduli DAS Rejoso

Kamis, 12 Juli 2018, Bertempat di aula rapat Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Sidoarjo, para pemangku kepentingan dari berbagai sektor baik dari sektor pemerintah, sektor swastaRead More

Kunjungan Media dan Senior Editor

Pasuruan, 10 Juli 2018 - Jurnalis media lokal dan nasional berkumpul di Pasuruan untuk melihat langsung aktivitas Gerakan RejosoKita di wilayah hulu dan wilayah tengah DAS (DaerahRead More

No Comments

Tuliskan Komentar