Seruan Pelestarian Air Berbasis Alam

Oleh: Lilik Sugirahayu - Pegiat Lingkungan RejosoKita

Hari Air seduni yang jatuh pada 22 Maret menjadi peringatan hari air ke-25, setelah ditetapkan Majelis Umum PBB pada tahun 1993. Peringatan Hari Air Sedunia 2018 dengan tema “Nature for Water” menjadi renungan bersama tentang makna alam bagi kelestarian air. Tidak hanya menjadi elemen penyusun terbesar dalam tubuh manusia, air juga menjadi faktor yang menentukan kesejahteraan masyarakat terlebih di Indonesia dimana pertanian menjadi dominansi penghidupan bagi mayoritas penduduk Indonesia. Pertanian menjadi sektor terbesar dalam penggunaan air secara global, yaitu 70% sedangkan untuk kebutuhan domestik rumah tangga hanya 10% (United Nations World Water Development Report 2018).

Berbagai permasalahan terkait sumber daya air semakin kompleks terjadi di seluruh belahan dunia. Di awal tahun 2018 isu krisis air di Cape Town menjadi sorotan para pihak. Wali Kota Cape Town Patricia De Lille memperkirakan persediaan air habis total pada 22 April, berdasarkan perhitungan konsumsi sehari-hari warganya (Tempo, 16 Januari 2018). Hal ini menjadikan Kota Cape Town sebagai kota pertama yang kehabisan air bersih. Laporan UNESCO (United Nations World Water Development Report 2018) menyebutkan saat ini 1,9 milyar orang berada di daerah krisis air, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk.    

Di Indonesia permasalahan krisis air juga menjadi permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan. Krisis air dirasakan di sejumlah daerah saat musim kemarau, tercatat 19 bencana kekeringan terjadi selama 2017 (BNPB 2017). Kondisi yang kontradiktif terjadi saat musim hujan datang, bencana banjir dan longsor menjadi ancaman bagi masyarakat indonesia. BNPB mencatat ada 979 bencana banjir dan 848 bencana longsor yang terjadi di Indonesia selama tahun 2017, dengan jumlah korban meninggal dan hilang adalah 325 jiwa. Semakin meningkatnya bencana banjir dan kekeringan telah menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak tentang buruknya tata kelola lingkungan di Indonesia.

Dalam kampanye hari air PBB menekankan bahwa alam menjadi jawaban atau solusi atas persoalan terhadap air (Nature Based Solution), contohnya memulihkan fungsi hutan; menghubungkan kembali sungai ke dataran banjir; dan menciptakan vegetasi penyangga di sepanjang aliran air. Solusi permasalahan sumber daya air tidak hanya difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga mengutamakan pelestarian alam dimana air merupakan salah satu produk dari alam.

 

Sumber:

UNESCO (2018) United Nations World Water Development Report 2018 http://worldwaterday.org

Data Indormasi Bencana Indonesia, BNPB 2017. www.bnpb.go.id

Berita Terkait

Mengembalikan Daya Dukung dan Fungsi DAS Rejoso

Oleh: Fajar Kurniawan dan Jalal, Yayasan Social Investment Indonesia
Read More

No Comments

Tuliskan Komentar