DAS Rejoso Membutuhkan Pengelolaan secara Terpadu

Untuk mewujudkan Pembangunan Pasuruan yang berkelanjutan, berbagai elemen masyarakat menyepakati bahwa DAS (Daerah Aliran Sungai) Rejoso membutuhkan Pengelolaan Secara Terpadu. Hal ini dikemukakan dalam pertemuan para pihak yang digelar hari ini (3/10) oleh Yayasan Social Investment Indonesia (SII) di Hotel Dalwan Syariah Pasuruan.  Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji, mendampingi Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Propinsi Jawa Timur Lili Soleh Wartadipraja. Selain Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Propinsi,  Penggiat Lingkungan, sektor swasta, Universitas Brawijaya dan Universitas Gajah Mada juga turut dalam diskusi yang melibatkan Kepala-kepala Desa dan Camat di DAS Rejoso dan NGO setempat. Pertemuan ini juga menjadi forum diskusi dan menyebarluaskan Gerakan Rejoso Kita.

 

Ir. Kadarisman M.Eng dari Collaborative Knowledge Network (CK-Net) Indonesia sebagai pembicara pertama memaparkan fakta dan data bahwa pengeboran sejumlah lebih dari 600 sumur yang dilakukan masyarakat di DAS Rejoso telah menjadi ancaman yang nyata saat ini. Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 26 tahun, terhitung sejak 1990 sampai 2016, telah terjadi penurunan debit Mata Air Umbulan, dari sekitar 6000 liter/detik menjadi sekitar 3600 liter/detik Sementara itu peneliti dari Universitas Gadjah Mada menegaskan bahwa dalam siklus air, secara kuantitas tetap sama, namun yang perlu diperhatikan adalah kualitasnya yang harus dijaga. “Kami telah memasang alat dan sensor di beberapa titik sebagai bekal dasar guna menganalisa bagaimana karakteristik air di DAS Rejoso”, ujar Harris.

Dilanjutkan dengan Pembicara berikutnya dari World Agroforestry Centre (ICRAF) memaparkan bagaimana ragam kegiatan pertanian dan perkebunan yang sesuai dengan karakteristik kawasan setempat dapat membantu kelestarian DAS Rejoso.

Fungsi strategis dari DAS Rejoso terus mengalami penurunan. Hal ini tercermin dari meningkatnya intensitas banjir, erosi, dan tanah longsor pada beberapa tahun terakhir ini. Beragam faktor ditengarai menjadi penyebab, diantaranya aktivitas pertanian, pertambangan, dan meningkatnya jumlah sumur artesis. Padahal jika dikelola secara berkelanjutan, DAS Rejoso dapat memberikan manfaat yang besar tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi bagi perekonomian Jawa Timur secara umum.

Gerakan Rejoso Kita mengajak banyak pihak untuk terlibat dan senantiasa berupaya mencari solusi terbaik dalam melestarikan DAS Rejoso. “Gerakan Rejoso Kita tidak akan menjadi penghambat proyek strategis nasional yang ada di Jawa Timur. Gerakan ini justru merupakan sebuah kolaborasi dengan pemerintah/pemangku kepentingan untuk  pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ungkap Kepala Badan Penanaman Modal Provinsi Jatim Lili Soleh yang hadir dalam kegiatan ini.

DAS Rejoso yang merupakan bagian dari DAS Welang-Rejoso memiliki fungsi yang strategis bagi kehidupan masyarakat khususnya di Kabupaten Pasuruan. DAS Rejoso terletak di 16 Kecamatan yang terbagi ke dalam bagian hulu, tengah, dan hilir. Adanya DAS Rejoso telah memberikan dukungan bagi kegiatan perekomomian masyarakat Kabupaten Pasuruan dimana pertanian menjadi sumber pendapatan dominan bagi masyarakat. “Pengelolaan Sumberdaya alam yang ada merupakan tanggung jawab bersama, kompleksnya tantangan yang dihadapi, dan terlibatnya banyak pihak disini, mengukuhkan bahwa Sumberdaya ala mini adalah tanggung jawab bersama, kita harus mengelolanya secara bijak untuk masa depan”, tutup Lili

Berita Terkait

ITS dan Gerakan #RejosoKita diskusikan Pengelolaan DAS Rejoso untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

Surabaya-28 September 2018. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya sebagai mitra Gerakan #RejosoKita menyelenggarakan acara Focus Group Discussion (FGD)  yang bertajuk “Menuju pengelolaanRead More

Seminar Menuju Pengelolaan DAS Rejoso terpadu Melalui Kolaborasi Multipihak

Gerakan RejosoKita melibatkan beragam pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan DAS Rejoso yang lestari

Pasuruan, 1 Agustus 2018. Sebagai upaya mewujudkan Pengelolaan DAS Rejoso secaraRead More

FGD "Pembentukan Struktur Forum Peduli DAS Rejoso

Kamis, 12 Juli 2018, Bertempat di aula rapat Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Sidoarjo, para pemangku kepentingan dari berbagai sektor baik dari sektor pemerintah, sektor swastaRead More

No Comments

Tuliskan Komentar